KINGSTONE


  Di ceritakan , di sebuah negara terdapat suatu wilayah yang di pimpin oleh suatu kerajaan dimana kerajaan itu dipimpin oleh seorang Raja yang memimpin beribu manusia dimana mereka di atur dan dilindungi dalam sebuah Kehidupan, pada saat itu sang raja yang bernama Abraham tsamud, raja yang dikenal sebagai raja yang adil dan peramah akan mengumumkan sebuah acara dimana acara tersebut adalah hari ulang tahun anaknya ketiga bernama moza yang sudah berumur 10 th.
Sang pembawa surat membacakan bunyi dan isi tersebut kepada masyarakat " wahai kaum masyarakat, besok adalah hari dimana ulang tahun anak raja yang bernama Moza abraham yang ke sepuluh, dimana semuanya harus datang dan merayakanya, dari sang raja Abraham menyatakan bahwa masyarakat negara pasifik akan di undang tanpa kecuali besok di luar istana kerajaan, demikian terima kasih," setelah dibacakannya surat pengumuman para warga pun segera pergi ke tempatnya masing-masing.
 Pada saat yang sama si Moza sang anak raja yg ketiga sedang asik bermain dengan adiknya Touza, sang kakaknya moza datang menghampirinya " hey, Moza segera siapkan untuk besok jangan sampai kamu mengecewakan ayah dan lainya." Ujar kakak Moza (Kaeda) yang menasehatinya. " baik kak." Jawab Moza. Malamnya Moza pun tidur bersama dengan adiknya touza.
 Jam menunjukan angka 10, di waktu itu ada sekelompok orang yang sedang berkumpul bermusyawarah, mereka adalah sekelompok orang yang disebut keluarga angakatan bawah atau kelompok bani Santo, mereka berniat untuk membalaskan dendam nenek moyangnya yang dulunya berperang memperebutkan harta dan tahta kerjaan , mereka pun siap merencanakan strategi menghabisi keluarga angkatan atas yaitu keluarga sang raja. " kita akan dibagi menjadi 5 bagian , ada yang di depan gerbang, di penjara , di ruang tamu , di pusat pertahanan dan terakhir aku akan di ruang kamar raja, " pendapat sang komando kelompok bernama Brocoli. Mereka pun menyiapkan semua dan pukul 12.00 tepat nanti mereka berangkat sesuai rencana dari sang komando mereka.
 Setelah waktu menunjukan pukul jam 12.00 mereka berangkat dengan alur dan perlahan , dimulailah dari alur pertama yaitu di gerbang pintu masuk kerajaan, mereka membunuh penjaga dan membuat onar agar penjaga lain terbangun dan segera melawan, alur kedua di penjara, dimana mereka akan membebaskan tahanan dan membuat onar agar penjaga kualahan, alur ketiga mereka masuk di ruang tamu dan keluarga disitu mereka akan langsung berhadapan dengan keluarga termasuk moza yang sedang tidur di kamarnya, alur ke empat pusat pertahanan, dimana mereka akan mencuri senjata dan merusaknya dan membuat onar di sana, barulah yang terakhir di ruang raja.
 Di ruang raja itulah sang komando sendiri yang menemui sang raja, tapi sang raja bukanya tidur tapi ia bangun dan melihat kearah pemberontak itu, di waktu yang sama di ruang tamu sang kakak kaeda yang sedang bertarung dengan sang pemberontak tiba-tiba sang adik moza dan touza terbangun dan takut melihat kakaknya sedang bertarung, ia pun langsung mengintip dari pintu, tapi kelamaan pintu kamar moza di dobrak oleh pemberontak lainya, moza pun lari ketakutan, sang kakak langsung memenggal kepala sang pemberontak itu walaupun ia sedang dalam keadaan bertarung, tapi pemberontak yang lain itupun tiba-tiba menyergap sang kakak dari belakang dengan menusukkan pedangnya ke perut sang kakak. " kakaaaak.. . " teriak moza dll. Moza pun langsung menghampiri sang pemberontak dengan beraninya, sang pemberontak yang hanya tertawa itupun tidak tau kalau di bawahnya ada pedang si kakak kaeda yang siap meluncur ke wajahnya.
 Dengan tenang sang kakak pun langsung mengarahkan pedang tersebut mengenai wajah pemberontak tsb. Moza dll pun langsung memeluk erat kakak kaeda yang sudah tidak bisa berdiri lagi. " kakak ,, ihik ihik, jangan tinggalin kami.... " tangis moza dll. "Moza tidak apa-apa, jangan menangis ya, jaga adikmu, jangan nakal , ingat hari ini dan ingat kamulah orang yang akan menggantikan kami semua, percayalah moza," nasehat kakaknya sambil tersenyum. " kakak,,, jangan kakak ... ayo kita berobat biar kakak sembuh" ujar moza. " hahaha. Ya moza , ini kakak ada titipan buat moza tolong dijaga ya , ini pedang adalah pedangnya kakek , jadi mulai sekarang moza yang pakai ya.. ingat jangan sampai hilang, dan satu lagi moza jaga adikmu kaulah yang paling dewasa, besok kelak kau akan mengerti dan kau akan tau tujuan hidupmu sekarang, nah  pergilah jauh2 selamatkan dirimu dan adik2mu, jangan sampai kau tertangkap," nasehat terakhir sang kakak hingga menghembuskan nafas terakhir.
 Setelah menangis akhirnya moza dan adik2nya pergi segera mungkin meninggalkan kerjaan mereka, disaat itu sang raja yang sudah terbunuh, sang komandan pun berpesta dan membuang jasad2 yang mereka bunuh, besoknya ia mengumumkan kepada seluruh rakyat bahwa hari ini bukan hari ultah melaikan hari pengangkatan raja baru yaitu raja glek. Tapi setelah tau munculnya berita bahwa ada salah satu anggota kerajaan yang melarikan diri, mereka pun langsung mengumumkan " bahwa siapa saja yang menemukan atau membawa kepala dari anak yang ada di foto ini akan di beri hadiah yang sangat mewah dan diangkat sebagai anggota kerajaan." Kata sang pembaca sambil mengangkat foto moza dan adik2nya. Mereka sang raja baru itu pun langsung berpesta dan mulai menata kerajaan dan negaranya.
  Sedangkan itu Moza dan Touza tengah perjalan, " Kita mau kemana kak?" tanya si adik. " entahlah, kita jalan aja sampai aman." jawab moza. mereka berdua lari, jalan dan terus berjalan. sesampainya di tengah jalan mereka di hadang oleh beberapa kelompok. " tidak salah lagi, itu mereka sang anak raja". moza dan touza pun ketakutan. mereka adalah kelompok bandit yang mencari uang, dan mereka mencari buronan yaittu moza dan touza yang dihargai milyaran dollar karena mereka adalah anak keturunan raja Abraham.
 Para bandit itu langsung menyerang moza dan touza, salah satu bandit meluncurkan panah ke arah mereka , dan terluka lah si moza mengenai pahanya, mereka berdua pun lari sampai ditengah hutan. di situ moza dan touza berhasil kabur dari mereka. " kakak gak papa?" tanya sang adik. " gak papa, yang penting kita selamat." jawab si moza. mereka pun bermalam sampai besok di dalam hutan tsb.
 Paginya mereka pun segera bangun dan melanjutkan peralanan mereka yang entah kmana. walaupun kaki moza terluka ia masih tetap harus berjalan, " kakak gakpapa?" tanya touza. " gakpapa, kita lanjutin aja perjalanannya." jawab moza. " kita kemana lagi ini kak?" tanya touza lagi. "demi tujuan kita yang harus tercapai, entah kenapa aku merasa tidak pantas untuk mendapatkanya lagi,!" ujar moza. " apa kau bilang kak, apa hatti kakak nggak sakit melihat keluarga kita terbunuh? '' keras si touza. " kau benar, aku hanya merasa, tapi dengan pedang yang kubawa ini dan atas sumpah aku akan bersumpah didepan peninggalan kakakku ini. kata moza sambil memegang pedangnya. " gitulah baru kakakku , cemen kali omongan kau yang pertama tadi. ujar si touza.
 Selama Perjalanan mereka akhirnya menemui ada sebuah rumah berjejeran dan menuju arah sebuah istana. yah namanya adalah Phoenix City dimana kota penuh dengan pedagang dan orang masuk pembisnis besar berkumpul.


                        insyaallah saya lanjut cerittanya dalam versi ceritta tulis atau sebuah komik.

Comments

Popular Posts