PENGALAMANKU MENJADI SEORANG PELAUT

cerpen
KISAH SANG PELAUT 

 
Laut adalah tempatku, ikan adalah temanku dan langit adalah selimutku. Begitulah kehidupanku yang sadar akan kehidupan kita hanya dominan air. namaku ari umur masih 21 tahun, dan statusnya "JOMBLO". di ceritakan dari ketika aku masih duduk sma, dimana aku belum tahu apa-apa tentang pekerjaan.
 Aku sekolah di tempat yang agak lumayan jauh dimana aku disitu belajar formal sekaligus belajar agama, yah di ponpeslah aku bersekolah sekalipun mengaji, aku anaknya tergolong sombong dan agak malas sih bukannya sombong. aku anak pertama dari orang tuaku karena anak satu-satunya .. :)
 ketika itu aku masih duduk kelas 2 sma, kehidupanku di sekolah selalu kesepian tapi entah kenapa ada seseorang yang selalu mengikutiku dan selalu menemaniku, yap namanya adalah besusol, ia adalah anak yang gendut dan suka makan saja sehari-harinya, ia suka cewek tapi tak pernah kesampaian mendapatkannya, karena ia selalu ditolak, aku dan besusol selalu bersama ketika disaat aku membutuhkannya, karena ia di benakku bagaikan bantalku yang melindungiku ketika tidur.
 Disaat itu aku dan besusol berencana keluar dari pondok untuk bermain-main sementara, karena suasana pondok lagi sepi aku dan besusol pun kabur melarikan diri agar tidak tahu oleh pengawas pondok, kami pun segera bergegas mengambil beberapa pakaian dan segera pergi melewati jalan pintas, yaitu lewat hutan.
  Terpaksa kami lewat hutan karena takutnya dikira pulang tanpa izin, di jalan pun kami harus hati-hati karena jalan yang licin dan banyaknya duri, si besusol yang gemuk membuatku kualahan karena berjalannya selalu terjatuh dan tersangkut , yah wajar namanya juga anak gemuk dan besusol tiba-tiba teriak-teriak sendiri kaya orang gila " Asoeeee"  . eh kupikir ada apa ternyata ada anjing yang teriak di belakang besusol, kulempar batu dan beres. " begitu aja repot, masa sama anjing kalah .. besar badan aja lu." kataku pada besusol. " hahaha, anu yan... karena aku takut ia menggigit." ujar si besusol.
  Setelah melewati hutan yang sulit dilalui kami pun akhirnya sampai di jalan raya, dimana kami harus menlanjutkan perjalanan dengan menaiki truk atau angkot untuk sampai tujuannya, karena jarak jalan raya pondok kami sekitar 12 km sampai kota, kami pun segera turun dan melambai kalo ada truk supaya truk tersebut berhenti, 2 kali 3 kali bahkan berkali-kali tak ada satu pun truk yang berhenti, si besusol pun menyerah, dan ketika itu ada sebuah tepak/angkot lewat dengan beraninya si besusol melambai di tengah jalan, akhirnya angkot itupun berhenti dan kami pun langsung menaikinya.
  Perjalanan kami di perkirakan 1 setengah jam untuk sampai ke kota, karena jalanan kami masih daerah pegunungan dimana kami akan pergi menuju daerah pantai, di perjalanan kami pun harus rela terbanting-banting seperti sapi karena juga kami di belakang dan jalannya pun berbelok-belok. "kamu tadi bawa uang berapa?" tanyaku ke besusol. " oh cuma limpull gak papa kan?" jawab si besusol. " alah .. kupikir seratus, macam mana nanti kalo gak cukup." ujar aku. " santai saja mend, kita kan bisa ngamen kalo kritis hahaha." canda si besusol."dasar kau , emangnya gampang jadi pengamen?" ujar aku.
  Kami pun tiba di kota dan turun di dekat sebuah smp. di kota yang terkenal dengan kota ikan dimana kota itu banyak pemandangan pantai gunung di belakangnya, sungguh menakjubkan , disitu kami melanjutkan perjalanan ke pantai, lokasinya gak terlalu jauh dan hanya tinggal melangkah beberapa saja." eh sol, ayo kita coba naik perahu , bisa saja nanti mereka mau ke pulau." tanyaku ke besusol. " ah .. besok-besok ajalah , kita cari tempat keramaian dulu yang ada ceweknya oke!!." jawab si besusol. aku pun mengikuti kemaunya dan pergi ke sebuah taman dimana disitu banyak orang bermacam-macam gaya dan bermacam-macam suku dan bangsa.
 " Wah , yan banyak sekali cewek cantik disini, ayo kita coba kenalan yan.." besusol dengan semangatnya. " wey, gak usah bodoh malu-maluin orang aja kamu tu." marah aku kepadanya. kami pun hanya duduk sambil memesan minuman. sambil menikmati keindahan pantai kami juga memandangi kapal yang sedang mau berlayar, tapi temenku yang satu ini terus memandang ke para wanita-wanita dan wanita itu hanya cuek kepadanya." dasar lo besusol mata telanjang tapi gak di harap." candaku kepadanya. " anjing lo, cowok setampan gini di cuek , hahaha emangnya kamu cantik apa !! dasar wanita tak beradap..!!" marah si besusol dengan wanita tsb dengan memandanginya. hahaha aku pun hanya bisa tertawa di dekatnya.
  Selang waktu kami pun bosan dan melanjutkan perjalanan, " eh yan.. ayo mandi laut yok." tanya si besusol kepadaku. " emangnya kamu bisa berenang?" tanyaku kepada besusol. " ehh,, jangan ngejek lo, aku inikan bisa terbang hahaha.!" canda si besusol. kami pun akhirnya mandi laot dan bersenang senang disitu, walaupun umur kami sudah tergolong remaja kami tetap cuek dan melanjutkan apa keinginan kami, " wii,,iyakan apa aku bilang kalo kamu tidak bisa berenang." ujarku kepada besusol. "  inikan baru pertama ntarlah nanti aku mau beraksi." ujar si besusol. sampai keasyikan bermain tiba-tiba si besusol yang tak bisa berenang semakin ke tengah dan airnya sudah sampai di hidungnya. " wey sool,, nanti kamu terseret arus bodoh.. kalo kamu kesana terus bisa-bisa tenggelam ehh.. malah nyusahin aku saja kamu ini." marahku padanya sambil menyeretnya ke daerah yang rendah. 
  Hampir saja si besusol masuk kedalam, karena semakin menjauh dari daratan semakin tinggi pula air lautnya, dan air laut itu menyeret apapun untuk masuk ke dalamnya, beruntunglah aku langsung membawanya dan kami pun langsung segera pergi ganti baju, kami pun langsung melanjutkan perjalanan, " eh sol, ayo kita cari tempat tidur buat nanti, ini udah magrib ni." tanyaku ke besusol . " okelah ayo.." jawab si besusol.
  Kami pun mencari tempat istirahat dan sekalian mandi dan solat, sesampainya kami menemui ada sebuah tempat rondan dimana di sebelahnya ada musholla. wah betapa senangnya aku bisa dapat tempat untuk berisitirahat,  " wah cocok sekali tempat ini,, ayo sekalian kita mandi dan solat.." ajakku ke besusol. kami pun segera mandi di wc musholla dan solat di musholla tersebut, malamnya kami berencana jalan-jalan lagi mencari keramaian.
 Tiba-tiba si Imam solat bertanya kepada kami ketika kami mau hendak berangkat, " hey nak kalian kesini mau ngapain dan bertujan untuk apa?" tanya si Imam musholla tsb. kami pun menjawab serentak" kami disini mencari pengalaman yi." jawab kami kepada Imam mushollla tsb. " ohh.. apa kalian mau bekerja denganku? daripada disini hanya menghabiskan uang" tanya si Imam kepada kami. " ohh.. emangnya kerjaan apa pak?" tanya si besusol kepada imam. " duduklah dulu biar jelas." sang imam sambil menyuruh kami duduk.
  Kami pun duduk dan mendengarkan usulan dari sang Imam tersebut. " Jadi kalian besok mau bekerja kepadaku? kerja di kapal mencari uang daripada cuma jalan-jalan nggak jelas.!" tanya si Imam. " oh.. jadi kerja di kapal pak.. oh boleh tau berapa gajinya pak.? tanyaku kepada sang Imam. " yah tergantung hasilnya sih kalo dapat banyak ikan insyaallah banyak uang yang akan kalian bagikan, pokoknya besok kalian datang aja ke musholla ini jika kalian bertemu orang yang memarkikan sepedanya disini, itu berarti salah satu anggota dari kami, kalian langsung menemuinya dan ikut kepadanya, bilang saja kami mau ikut kerja disuruh pak mus." ulas si Imam. " oh begitu yah pak.. terima kasih pak atas tawaran bapak, kami pun senang atas tawaran bapak , sehingga disini bukan hanya jalan-jalan tapi juga." jawab si besusol dengan semangatnya. " oh sial si besusol ia juga kadang pintar juga kalo masalah uang"(dalam hatiku).
 Kami pun langsung pamitan setelah perjanjian tersebut, kami langsung menuju ke tempat yang ramai " wohhh,, apa itu indah sekali." kagum si besusol. " itu kapal bodoh." jawabku dengan agak jengkel.  pemandangan malam pelabuhan dan pantai yang indah, walaupun laut sudah tak tampak lagi tapi keindahan kapal yang bertebaran cahaya juga banyak pedagan kaki lima yang banyak berdagang, aku dan besusol langsung pergi jalan-jalan menikmati sekeliling dengan mencoba makan nasi goreng disitu. " hey ayo makan yan, aku lapar." semangat si besusol sambil menunjuk warung makan. " dasar gendut makan saja kau ini." jengkelku padanya.
 " Buk, kami pesen nasi goreng 2 pakai telor dadar tidak pedas ya.!" jawab langsung si besusol dengan semangatnya karena lapar. " ehh kamu pesen dua?" tanyaku kepadanya. " enggak satu kok .. yang satu kan buat kamu." jawab si besusol. " ini udah matang, silahkan dimakan, hati-hati lo panas.!" kata sang pelayan sambil menaruh makanan kami yang sudah matang. " eh uangmu tinggal berapa yan?" tanya si besusol. " kira-kira ada 80an lah kenapa? mau utang lu?" jawabku padanya. " nggak kok!! cuma tanya daripada nanti dijalan kehabisan." ujar si besusol.
  Setelah makan kami pun segera melanjutkan perjalanan. " eh yan kamu pilih ke warnet atau ke ps?" tanya si besusol. " alah aku mau karaoke saja kalo ada." jawabku padanya. " dasar lo .. suara aja fales mau karaoke segala." ujar si besusol dengan jengkel. " yaudahlah ayo ke warnet nanti aku donlotin film yang bagus ok.!" semangatku padanya. " siap bos mau film apapun tersedia dari adegan terpanas atau terdingin juga ada..hahaha." canda si besusol. kami pun langsung mencari warnet.
  Sesampainya di warnet kami pun langsung main disitu. " dua jam bang.!" ujar si besusol kepada sang penjaga warnet. " oi cepatlah buka dan donlod filmnya aku mau nonton." tak sabarnya aku kepada si besusol. " ok baby .. langsung saja ke situsnya oke." kami pun tertawa bersama sambil nonton film kesukaan kami yaitu film semi yap film yang selalu membuat kami hilang dari stress haha. " wah sudah berapa kamu donlod?" tanyaku padanya. " sudah 79 baby.. satu lagi ini sekalian ." jawab si besusol dengan senangnya.
 Setelah selesai kami pun segera pulang karena jam sudah larut malam mengingat besok kami akan kerja. " wah bagus kali sol, kamu emang pintar kalo masalah uang dan wanita." pujiku pada si besusol. " hahaha siapa dulu dong orang terganteng hahaha." canda si besusol sambil tertawa. sebelum pulang kami pun beli makanan sedikit dan minuman utuk bekal perjalanan besok ke kapal, kami mencoba membeli makanan yang banyak seperti rokok dan jajan lainya agar di kapal tidak mabuk laut.
  Sesampainya kami pun tidur dan angin malam laut membuat kami kedinginan dan membuat kami tidur pakai selimut. " oh dinginya kayak di es kulkas." ujar si besusoo. "pakai sarungmu untuk tidur." nasehatku padanya. kami pun terpaksa tidur walaupun kedinginan. setelah tertidur lama adzan di musholla pun berkumandang, kami pun bangun dan langsung angkat selimut lagi karena dingin sekali. "  oh tidur lagi ah , dinginnya minta ampun.
SI ORANG YANG MENANYAI KAMI DI WARUNG
  Setelah pagi tiba kami pun bangun karena terbangun karena panas matahari, " sol . sol, ayo bangun sudah pagi ni. si besusol pun bangun dan kami cepat-cepat mandi. " eh kita makan dimana ni?" tanya si besusol. " ah dimana aja boleh, kita cari warung dulu lah." jawabku kepadanya. setelah mandi kami pun ganti baju dan mencari warung untuk makan. sesampainya di warung kami pun makan, di warung kami bertemu seseorang dan menanyai kami." eh kalian yang mau ikut berlayar dengan kami?" tanya seseorang kepada kami. " oh iya pak, kami mau berlayar dengan pak mus." jawabku kepadanya." oh kebetulan saya juga satu kapal dengan kalian, nanti bareng ya biar makanan kalian aku bayar." jawab si seseorang tersebut. mendengar itu kami pun senang sekali.
  Setelah itu kami pun berangkat dan di temani seseorang tadi menuju kapal. " eh boy kamu mau ikut ini ya?" salah satu dari mereka menanyai kami . " oh ya pak." jawab kami berdua. " nanti kamu jangan mabuk laut ya.. " ujar salah satu dari mereka . " oh tidak pak kami kebal kok pak." canda si besusol. kami pun langsung naik kapal kecil dan menuju ke kapal besar. bagiku ini adalah pengalaman saya yang paling menyenangkan daripada jalan-jalan tak ada gunanya, emang betul kata Imam mushalla kemaren.
  "Wow, itu kapalnya ya pak? bukan kapal yang ini?" tanya si besusol dengan penuh kagum. " kamu itu gimana tho? kapal kecil ya gak muat ikan-ikannya lah le.!" jawab salah satu anggota kapal. kami pun langsung naik ke kapal besar , wow benar benar kapal untuk mencari ikan, kapal yang penuh dengan bau amis ikan dan penuh jaring dan banyaknya bekas-bekas sisik ikan di kapal, " gimana kamu dah siap untuk berlayar." tanya salah satu anggota kapal. " oh siap pak, ini saya bawa balsem kalo nanti masuk angin. jawabku dengan bercanda. sebelum berangkat aku dan besusol menutupi lubang perut atau kalo dari bahasa jawa namanya "udel" ditutup dengan kumasukkan beberapa cengkeh supaya panas dan kututup dengan plaster agar tidak jatuh.
  Kami pun berdo'a dan diiringi dengan bacaan do'a beserta makanan yang dibawa di rumah mereka masing-masing, karena ini memang sebuah tradisi dari mereka, aku dan besusol pun hanya diam dan mengikuti mereka, setelai selesai sang nahkoda pun segera mengambil alih mengemudi dan kapal pun berangkat, wow ombak yang tenang dan angin yang sepoi-sepoi membuatku merasa tenang seperti liburan, di perjalanan aku dan besusol pun kagum melihat pemandangan air laut dan lumba-lumba yang loncat-loncat, " wow apa itu kok loncat-loncat?" tanyaku kepada si besusol. " eh dasar kamu tu ya,, itu dari dulu namanya lumba-lumba bodoh," jawab si besusol dengan sok keren.
 
sI konan


Di kapal aku lihat si anggota kayak seperti otaknya miring, yah dari segi sifat atau apalah mereka kayak orang kurang berpendidikan, aku dan besusol pun bisik-bisik sambil menamai mereka satu-satu dengan tingkah dan sifat mereka. " eh ayo namai nama mereka satu-satu, jengkel aku lihat orang itu kayak sudah gila." bisikku pada si besusol. " oke" jawab si besusol dengan semangatnya." pertama tama itu orang yang pakai topi dan mata sipit yang kemaren kita lihat ia pakai sepeda trus dari gayanya seperti mata-mata dan matanya tajam sekali menatap orang.. emm emm aku kasih nama ia conan...!!" candaku sambil memikirkan orang-orang tersebut. " oke setuju,, sekarang aku, ehem.. kayaknya yang pakai sorbet yang diem itu selalu memandang kedepan dan kulihat ia lebih muda dari yang lain walaupun kita lebih muda, kunamainya mas ... ee Panji. . " canda si besusol.
 
SI PANJI HAHAHA
"Dasar lo apa itu panji.?" tanyaku kepada si besusol. " ehh masa kamu gak tahu kesatria panji yang pakai topeng, ia kan pakai sorbet seperti panji hahaha..." dasar si besusol canda mulu. saking candanya kami pun senang walaupun agak tertekan karena kapal yang selalu bergerak." oh kayaknya aku mau pusing." kata si besusol sambil memegangi kepala. " ah masa gitu aja udah k.o?" ejekanku padanya. setelah sekian lama bercanda dan menamai nama-nama mereka, masakan pun tiba, sang koki sudah siapkan makanan yang akan dimakan buat kita.

 " Wah enaknya , sudah enak gratis lagi." semangat si besusol. " eh nak kamu makan yang banyak jangan gak habis ya.. kasihan si ikan kalo gak di makan. ujar si koki pada besusol. " oke pak akan kuhabiskan malahan nambah lagi." jawab si besusol dengan semangatnya. kami pun makan dengan ikan laut dengan lahap dan enak, yah sambil memandang ke laut pada suasana sunrise dan enaknya makanan , inilah ceritaku yang paling enak dan kurasakan dalam seumur hidupku, walaupun kadang juga ada kendala yang membuatku tidak enak.
  Jam menunjukan 18.20 WIB. waktunya kami untuk sholat maghrib, dan kami pun sholat dan mandi di kapal tersebut, anehnya kami mandi dengan air disamping kami tinggal ambil ember dan siram tubuh , rasa asin dan segarnya air laut walaupun air laut bisa menyebabkan gatal-gatal tapi ini satu-satunya untuk bisa mandi sempurna, setelah mandi aku pun membilas wajah dan lainya dengan air galon secukupnya, setelah itu barulah saya sholat.
 Selesai menuaikan sholat maghrib aku dan besusol di kasih kopi dan menikmati malam di atas kapal pemandangan kapal-kapal lainya beserta ikan-ikan yang dibawah kapal kami, nanti jam tengah malam kami akan mulai pemancingan atau penjaringan ikan-ikan, " who .. lihat bapak-bapak itu mau memancing." kagum si besusol lihat bapak mau mancing. "(lihat orang mancing kok kagum)" dalam hatiku. " eh nak kalo mau mancing harus sewa nak.." ujar salah satu pemancing. "emangnya harus sewa... wah gak jadilah pak aku lihat saja." ujar si besusol dengan menyesal.
 
SI BREWOK
Aku dan besusol pun lihat orang-orang itu mancing, " ohh,, ya bagus." teriak salah satu dari mereka. " wahh bapak pintar sekali,, itu lele kenapa ada di lautan." tanya si besusol. bapak-bapak itu memancing dan selalu mendapat ikan yang sama . yang ikan yang bentuknya hampir sama dengan lele karena ikan tersebut mempunyai kumis seperti ikana lele. " ini bukan lele nak.. ini ikan laut berkumis." jawab salah satu dari mereka atau bisa kami sebut dengan si Koi karena bentuk wajahnya seperti ikan koi.

  Yang satu dari mereka tiba-tiba dapat umpan yang berat sekali atau kita bisa sebut si hanoman, karena ia selalu bertingkah aneh di depan orang dan ia pun kadang juga suka onani . " whoa ,, eh ayo bantu .. berat ni .." si hanoman dengan semangatnya. setelah lama-kelamaan di tarik ternyata ia dapat seekor penyu yang besar. " wow penyu ..." kagumku melihatnya. sang nahkoda pun melarang mereka mengambilnya dan melepaskan ikan penyu tsb, karena menangkap penyu adalah dilarang dan akan dikenakan hukuman yang berat, karena penyu termasuk hewan yang dilindungi . 
 
sI Hanoman
Penyu pun di bebaskan dan si hanoman pun melanjutkan pemancingannya lagi, jam menunjukan waktu 10.00 kami pun segera angkat selimut dan tidur di karenakan nanti akan bekerja dan tidak dalam keadaan mengantuk, jam menunjukan jam 12.30 saatnya kami bangun dan mulai bekerja, kerjaan kami cukup sederhana , yaitu menjaring di area yang sudah ditentukan dimana tadinya ketika sore harinya kami memberi umpan ke dalam atau pas titik yang di tandai yang akan di caring biar si ikan berkumpul memakan umpan dan kami langsung menmasang jaring dan mengangkatnya.

  Jaring pun di lempar dan kapal pun memutari area titik yang sudah di tentukan, aku pun langsung menjatuhkan jaring dan membantu orang lain menata peralatan, setelah jaring di jatuhkan , salah satu kami terjun ke air dan menata ulang jaring agar tidak menyangkut ketika di tarik kembali, si Panji datang dan menyelam, kami pun bersiaga dan langsung menarik jaring, aku ada di pinggir kanan dan si besusol ada di pinggir kiri, wow betapa beratnya balok yang aku tarik, bagaikan mengangkat beribu besi, tapi aku harus kuat.
  Yang lain ada yang mengangkat jaring dan ada juga yang mengumpulkan ikan yang terjaring, aku lihat ke arah kiri kulihat si besusol nampak kecapean karena badanya yang gemuk, wajarlah namanya juga orang gemuk, hahaha, setelah terkumpul jaring pun di tata di tempatnya dan kami pun mulai menata ikan dan memisahkan ikan sesuai denag jenisnya, ada ikan tongkol ikan apapun dan bermacam-macam, pertama kami jaring alhamdulillh hasilnya lumayan dan memuaskan.
  Hari menjelang subuh, kami pun cuci tangan dan sholat subuh, barulah kami tidur karena kecapean, sungguh pekerjaan yang berat tapi kalo sudah terbiasa akan mudah tapi pekerjaannya di bilang beresiko tinggi dimana nantinya kita harus berhadapan dengan alam yaitu laut dan langit, esoknya kami bangundan sarapan, makanannya pun ikan dan ikan terus saja sampai sampai aku tadinya suka jadi membosankan.
 Setelah 3 Hari berlayar kami pun segera mendarat dan ingin cepat pulang , dan alhamdulillah hasilnya memuaskan dapat ikan yang banyak, " satu hari kayak satu tahun disini ya.." kata si besusol sambil lesu. mendengarnya aku hanya bisa tertawa terbahak-bakak sampai-sampai si hanoman ikut memperagakan kata-katanya " satu hari kayak setahu hahaha, dasar bocah.. toh ibumu mencarimu hahaha." kata si hanoman sambil tertawa. " oh makanan sudah siap ayo makan ini makanan terakhir lo." kata sang koki sambil menunjukan nasi.
  Kami pun makan tapi si besusol kayaknya tak nafsu makan. " hey kamu yang di atas .. kamu gak makan ini enak lo.. kuhabiskan lo kalo nggak makan. kata salah satu dari mereka atau kita sebut si brewok karena jenggotnya yang banyak, " nggak pak, makan terus . aku sudah kenyang." kata si besusol dengan nada rendah. mungkin dia kangen atau apalah aku nggak peduli . " ehh ni aku bawakan , kamu gak kayak kemaren makan lahap ,, ayo ni jangan pura-pura , nyesel kalo sudah sampai." bujukku padanya. mau di paksa atau apapun ia juga tak mau memakannya, akhirnya makanan pun habis dan ia pun tak mendapat jatah.
 Kami pun mendapatkan jatah berupa ikan tongkol 3 masing orang dan uang senilai 700 untuk berdua, betapa senangnya mendapatkan uang hasil keringat aku, " wah alhamdulillah kita sampai daratan, " kataku dengan senang. si besusol hanya diam dari tadi dan kayaknya biasa-biasa saja mendapat uang dan ikan, apa ia rindu sama keluarganya atau kenapa aku juga tak memikirkanya
  Setelah sekian lama di lautan akhirnya daratan yang kurindukan sudah di dekat mata, kami pun langsung turun dan membawa barang-barang kami , setelahnya tiba di daratan kakiku menginjak daratan rasanya seperti masih di kapal yang selalu bergerak, kepalaku pun pusing begitu pula si besusol, dan besusol tiba-tiba nyuruh pergi ke tempat wc, entah kenapa ia kebelet , " ohh karena itu kamu gak makan tadi ,,. hahaha" tebakku kepadanya. ia hanya diam dan segera berlari ke arah wc.
  Kami pun berniat tidak langsung pulang dan bersenang-senang dulu baru nantinya kami pulang ke sekolah kami. dikarenakan kurang 2 hari lagi libur panjang kami sengaja pergi liburan karena hanya buang waktu-waktu di sekolah setelah ujian, dan kami pun pergi sekalian jalan-jalan eh malah dapat sebuah kerjaan dan cukup membantu sekali buat kami. 
  Aku dan besusol langsung pergi lagi mencari tempat keramaian yah di pantai, di situ banyak perempuan dan banyak anak-anak yang bersenang, aku langsung mencopot kaosku dan berenang, tapi si besusol malahan diam dan entah apa yang dilakukakan." duh anak ini kenapa ya.. dari tadi kayak orang gila trus." dalam hatiku melihatnya. aku pun langsung mengahampiri si besusol. " hey kamu itu kenapa kok kayak orang gila?" tanyaku sambil marah. " apa .. ini aku lagi cari kepiting kecil, emangnya aku kayak orang gila.?" wah wah aku jadi salah sangka ternyata ia mencari kepiting kecil, karena penasaran aku pun jadi ikut-ikutan bodoh dengan dia. hahaha
  Setelah kami kumpulkan si kepiting kami duduk di tempat kami tidur kemaren, " wah ini kesempatan yan, buat kepiting ini dijual kepada anak-anak di sd" ujar si besusol dengan penuh harapan. aku hanya diam dan menanyakan satu hal padanya." hey kamu kenapa tadi gak makan trus kok diam trus gak seperti biasanya.?" jawabnya si besusol" oh tadi dikapal aku kebelet pengen BaB makanya aku sudah pusing, dan apalagi aku tadi mau BaB dilarang sama si nahkoda karena takutnya aku terjatuh karena kapal sedang berjalan, yah mau gimana lagi kalo gak di tahan." 
  Aku langsung tertawa terbahak-bahak mendengarnya," dasar lo makanya jangan makan banyak-banyak. kataku sambil tertawa. " eh tahu gak kamu berhari-hari makan ikan juga bahaya lo," ujar si besusol. "emangnya kenapa , justru sehat lah bodoh." jawabku padanya. " eh kamu belum ngerain, besok atau ntar lah seperti aku tadi, ketika aku BaB , ihh warnanya hijau hitam gitu deh hihihi." kata si besusol sambil ngomong lebay.
  Kami pun bersenang-senang dan besoknya kami pulang ke pondok kami untukn mengambil pakaian kami untuk pulang ke kampung, pagi yang petang, kira-kira jam 04.37 , aku bangun dan tiba-tiba perutku mules dan pergi mencari wc. tapi wc terkunci dan aku melihat ada orang di pinggir pantai . terkejutnya mereka semua sedang BaB dan banyaknya sekali orang, aku pun ikut dan harus menahan rasa malu karena baru pertama kalinya aku berak di pinggir pantai. si besusol pun terbangun dan kaget melihat aku tidak ada." yan lo mana orangnya, ?" aku pun tiba-tiba dapat panggilan ketika masih BaB " halo,. eh pagi-pagi udah telfon orang, aku lagi berak bodoh." kataku sambil marah. si besusol hanya tertawa dan mencariku. sampai disitu ia melihatku." wah gedenya hahaha," kata si besusol sambil melihat aku sedang Bab. " oi anjing , jangan lihat aku lah gak konsen ni aku." jawabku sambil marah.
  Setelah BaB kami pun segera makan dan di jalan kami bertemu sama panji. " eh kalian ni aku bawakan makanan buat kalian, dimakan ya." kata si panji sambil mengasihkan makanan. kami pun berterimakasih dan mencoba berkenalan kembali karena takutnya memanggilnya dengan panji hehe. setelah kami makan kami pun langsung go out pulang ke pondok, kami berencana naik bus atau apalah seadanya yang penting cepat tujuan, " yah mentang-mentang ada uang langsung apa adanya. dasar lo" kata si besusol sambil marah padaku. " ya elah masak naik bus aja takut uang habis, yang penting kan sampai tujuan biar gak ketahuan sama pengurus tahu." 
  Kami pun akhirnya dapat tumpangan khol walaupun berbayar tapi kami tetap menaikinya, sesampainya kami di turunkan di simpang kota bulu, dimana kami akan melanjutkan ke desa pondok kami . naiklah kami bus dan sampai di pondok. di pondok kami lihat sepi dan teman-teman kami sudah pulang walaupun ada beberapa yang masih di tempat. " euy ari dan besusol darimana." kata si anwar teman kami sekelas dengan kami. " oh ya kamu kok gak pulang.? tanyaku padanya. " aku nunggu kakakku penjo katanya mau menjemputku ke rumahnya." kata si anwar. " oh kalo begitu aku pulang dulu ya." kata si besusol. sesampainya di kamar mai langsung berkemas-kemas dan berangkat menuju kampung halaman.


  Begitulah pengalamanku mencari uang dengan melaut, sungguh pengalaman yang tak pernah terlupakan, sekarang aku bekerja menjadi seorang pelaut kapal besar , dimana aku berlayar selama 1-3 bulan di kapal, karena kehidupan laut adalah penting, ketika orang berada di tengah laut mereka hanya bisa mengucapkan kalimat subhanallah, allah huakbar, masyaalah, karena semua itu karunia dari sang maha pencipta, ketika alam sudah tak bersahabat dengan kita, mereka akan menalan kita bagai kapas yang bertebangan, dan kita sebagai manusia yang kecil , maka janganlah kita berbesar diri pada apapun termasuk alam itu sendiri. salam kawanku di kalimantan semoga kenangan ini ada di dalam kenangan kita thanks...

Comments

Popular Posts