JALAN KU TERSANDUNG DUA ARAH



 ini kisah diambil dari kisah nyata terima kasih...
Di akhir bulan ini Dian sudah berencana untuk memilih sebuah keputusan jalan hidupnya, karena ia sudah tamat smk ia harus mencari jalan hidup sendiri, pada saat itu ia berencana kuliah di suatu universitas besar tapi ustadnya di musholla melarangnya dan ingin ia pergi ke ponpes agar dia kuat imanya. Difikir lebih dalam lagi ia masih bingung atas keputusanya memilih jalan mana yang ia tempuh, disisi lain ayahnya menginginkanya kuliah biar besok mudah dapat kerja sedangkan ibunya pengen dia dirumah membantu orang tuanya.
            Di antara semua nasehat itu ia terpaksa harus memilih nasehat dari ayahnya dan mencari lowongan kuliah yang masih buka, dengan keyakinan akhirnya dian mendaftar di 3 perkuliahan di indonesia dan menunggu hasil dan pengumuman, setelah sekian lama menunggu ia pun mendapat panggilan dan mengikuti ujian agar di terima di bangku perkuliahan , tapi setelah tes tidak satu pun universitas menerimanya, sungguh kecewa dan dian pun sudah banyak berusaha tapi gagal , tapi ia masih berjuang dan mendaftar lagi di salah satu universitas swasta yang mempunyai beasiswa , orangtuanya pun ikut berpatisipasi walaupun dalam proses masuk di universitas tersebut harus melakukan tes wawancara di daerah yang sangat jauh dari kampung dian yaitu di ibu kota.
            Setelah sampai ia langsung diberi materi dan diwawancara selama 3 hari 3 malam dan itupun semua ditanggung oleh universitas sendiri ,barulah dian wawancara dan diterima , setelah senang karena diterima anehnya orang tua dian harus membayar 20 jt untuk biaya anaknya di kos dan keperluan lain dan itu katanya sementara , jelas-jelas orang tuanya pasti tak mempunyai uang segitu dan terpaksa dian pulang dan tidak melanjutkan kuliahnya.
            Setelah di rumah 6 bulan lamanya setelah lulus dari bangku smk kelas 3 ia merenung dan berfikir mana pilihan yang tepat untuk dirinya kedepan, esokya si pak ustad dian datang ke rumahnya karena mendengar dian gagal ujian tes akhirnya pak ustad memberi masukan kepada ayahnya agar dian dimasukan di ponpes . ayahnya pun setuju dan langsung membujuk dian, tentu saja dian bingung karena dulu ayah dian pengennya kuliah tapi tiba-tiba nyuruh dian untuk di ponpes, dian pun masih ragu dan juga dipaksa oleh orang tuanya karena pengangguran di rumah.
            Akhirnya dian ikut dan di pondokan di pondok yang agak lumayan jauh dari kotanya. Di ponpes tersebut dian sudah ada teman dari satu desanya itupun menjadikan dian betah dan senang di pondok pesantren tersebut, ia rajin dan ulet di ponpes padahal di rumah ia jarang solat dan selalu maksiat sungguh kebalikan sifat yang luar biasa yang dialami dian , walaupun ia di ponpes masih membawa sifatnya yang pemarah dan jengkel tapi ia selalu berkawan dengan semua orang disana apalagi ia disana selalu beribadah dan tak pernah membantah satu kata pun sama orang-orang tetuanya.

            Karena ia sudah merasa betah di ponpes, orang tuanya pun senang tapi ada hal satu yang di khawatirkan sama dian yaitu merokok karena orang tuanya tidak suka anaknya merokok, itu sebabnya ia disuruh dirumah agar bisa di pantau orang tuanya. Selang beberapa bulan sekian lama sudah dian di ponpes , ia sudah betah dan tak memikirkan hal yang diluar lagi, tapi masalhnya ia belum pamit sama kyainya dulu ketika masih smk. Akhirnya ia berencana pamit kyainya agar ia tidak memutus silaturahmi.
            Ia akhirnya sampai di kediaman mbah yai dan langsung sowan dan minta doa restu agar bisa mencari ilmu dengan yang baik, tapi sang kyai menolak dan memarahi dian dan mengusirnya karena dian tidak mau patuh kyainya yang menyuruhnya bekerja sebagai pegawai pemadam dan pertanian di wilayah yang amat sangat jauh sekali, dian pun sedih dan bingung padahal ia sudah niat tekad di ponpes yang baru saja ia tempati, tapi kenyataanya sang kyainya dulu tidak menyetujuinya dan itupun ia merasa bimbang dan sampai setengah stress.
            Karena bingung dan takut sama kyainya , akhirnya ia pulang dan minta saran kepada orang tuanya. Dan tiba di rumah ibunya kaget dengan anaknya dian karena baru 4 bulan di pondok udah pulang, si dian pun terus terang kalo ia dilarang kyainya pergi ke ponpes tersebut, si ibu dian pun juga merasa kasihan kepada dian karena dian sudah banyak kali mengalami pilihan tujuan hidup yang berbeda, si Ayah yang mendengar bahwa dian dilarang kyainya ia pun memutuskan untuk dian sendiri yang memutuskan mau kemana tujuanya karena ayahnya sadar pilihan kerja atau apalah itu berbeda dengan pilihan ketika masih duduk dibangku sd atau smp skarang sma kalo udah lulus mereka harus bisa memilih jalannya sendiri sesuai dengan kemampuan dan cita-citanya.
            Si dian pun merasa bingung dan terus saja menanyakan dimanakah nanti aku berada ,ia mencoba tanya dan tanya kepada temanya dan saudara2nya bahkan guru dan orang tak dikenal di facebook dan twitter semacamnya ia terus menggali antara hidup dunia atau pilih hidup diakhirat , setelah sekian lama ia mencari menggali bertanya dan meminta pendapat 50%orang sependapat Dunia dan 50%akhirat.??????? Disaat itulah dian mulai stress dan bingung antara kelurga ada perselisihan dan teman juga.
            Tapi disela waktu ketika si dian pergi berkunjung di ponpesnya yang baru dia mendapatkan masukan buruk dari temanya karena tidak sungguh2 mencari ilmu bahkan gurunya juga menyarankan kalo niatnya ingin cari uang lebih baik kerja tapi kalo cari ilmu disini saja. Kata guru pengajarnya yang mendampinginya.setelah dian olah dan olah sedalam lagi ia terpaksa ikut kyainya yang dulu dan mendaftar kerja tersebut walaupun ia masih sangat bingung karena ia di gitukan sama temanya ia terpaksa memilih kerja karena ragu mencari ilmu.
            Dengan niat ia menuju ke sekolahnya dan mendapatkan materi kerja selama 1 bulan setelah itu ujian kompetensi, dan akhirnya ia diterima dan siap menerima bimbingan selanjutnya yang akan berlangsung di pusat kementrian. Walaupun hati dian masih ragu ia juga menyimpan menyesal karena meninggalkan ponpesnya walaupun ia hanya 4 bulan di sana.
            Akhir tahun tiba, si dian pun sudah siap untuk berangkat menuju lokasi pusat dan ia harus meninggalkan semuanya yang ada di tanah kelahiranya, ayahnya ibunya dan teman-teman lainya yang ia sayangi harus rela ia tinggalkan demi mencari uang untuk kedepanya, Jam 12.09 dian dan rombongannya sampai di pusat untuk melakukan pembimbingan akhir, hanya bekal uang seberapa dian mencoba mencari pengalaman mumpung ia masih muda. Di pusat dian menerima bimbingan dan banyak belajar nanti apa yang harus ia kerjakan, ia disana mendapatkan banyak kenalan teman.
            Setelah mendapatkan bimbingan dian dan rombongannya menuju perpisahan dan mereka semua dibekali sebungkus pakaian kerja dan uang saku, semua biaya tiket pesawat dan kendaraan ditanggung panitia yang menyelenggarakan, dian pun lega dan masuk taksi menuju ke lokasi bandara, di bandara itulah dian mulai bergetar dan gugup karena ia belum pernah naik pesawat satu kali pun, karena orang pemula ia seperti anak bodoh di bandara, tertulis di tiketnya berangkat jam 13.40 tapi ia sudah tiba jam 11.20 . dian pun terpaksa menunggu sampai ia tertidur, ketika ia dalam keadaan tidur tiba-tiba ada petugas yang membangunkanya karena jadawal pemberangkatanya sudah hampir berangkat.
            Dian pun bergegas dan hampir saja ia telat karena ceroboh dan anehnya ketika ia menuju pesawat ia lari di lapangan menuju pesawat dan tidak menunggu bis yang datang ,orang-orang melihatnya kayak orang gila dan ia pun di tangkap dan ditanya oleh petugas . ia pun ketakutan karena ia kira di tuduh mencuri, sipetugas pun menanyainya mau kemana dan si dian menjawab dengan menyerahkan tiketnya dan si dian pun di antar masuk kedalam pesawat hingga menemukan tempat duduknya.
            Di dalam peasawat ia kagum dan kaget karena belum pernah naik pesawat. Ia pun gemetar ketika peasawat melandas, saking cepatnya katanya ia langsung pegang seseorang yang disampingnya, untungnya yang di pegang adalah bapak2 kalo wanita muda pasti marahlah hahaha, di dalam pesawat dian hanya bisa melihat kebawah dan selalu teringat kepada pesawat yang jatuh , ia selalu membayangkan jika pesawatnya jatuh, hingga ia seperti manusia yang takut dengan ketinggian.
            Setelah sampai di bandara dian hanya diam dan tak tau mau ke arah mana. Ia hanya memandangi kota yang belum ia jejaki dan sangat kagum melihat kota tersebut, ia duduk dan merenung dan tak tau arah mana karena sebelumnya ia hanya di beri nomor kepala pekerjanya itupun ia hubungi tak di angkat, hingga pada jam 19.00 ia baru di telfon dan barulah ia dijemput oleh salah satu orang yang di perintah oleh atasanya.
            Setelah itu ia di antar dan di bawa di rumah teman yang menjemputnya, ia terkesan melihat kota yang baru pertama kalinya ia kunjungi, kota yang indah bahkan kota tersebut merupakan daerah istimewa di negaranya, setelah sampai ia langsung merapikan pakaiannya dan bersalaman dengan teman2nya yang ada di rumah tersebut yang bernama Ari, di rumah ari ada teman2nya yang asik nonton tv yang setiap hari berkumpul, Si Ari adalah seorang pekerja pabrik ayam dan masih melanjutkan kuliah S1 , dari keseharianya bermain dengan teman2nya ia merupakan teman yang baik dilihat dari mata si Dian.
            Dian pun ikut senang berkumpul bersama teman2 ari, dian dan lainya bercerita dan saling tukar pengalamn di kota dian dan kota mereka, dari yang dirasakan dian, ia merasa betah dan menyukai kota yang bakal ia tempati untuk bekerja dari suasana maupun keadaan , walaupun sebelumnya kota tersebut dilanda sebuah bencana yang dasyat. Waktu menunjukan tengah malam tapi dian dan lainya masih asik ngobrol.
            Besoknya Dian langsung diajak si Ari jalan-jalan menlusuri kota tersebut, Dian pun ikut dengan semangatnya ia yang baru bangun lupa mandi, dan terpaksa ia langsung berangkat, Dijalan ia melihat sekeliling dan di perhatikan kota ini memang sangat jauh berbeda dengan keadaan di kota Dian itu, merasa kagum dan inilah yang dian rasakan karena mendapat pengalaman yang sangat luar biasa.
            Si Ari menuju ke lokasi pariwisata dimana tempat tersebut adalah tempat yang sangat terkenal di Dunia, Dian melihat dan subhanallah ia melihat Masjid kota tersebut yang dulunya ketika ada bencana hanya masjid tersebut yang tidak rusak bahkan masjidnya sekarang semakin megah dan indah, Dian dan Ari langsung foto-foto dan masuk ke masjid sambil sholat dhuha.
            Selesai Sholat Ari mengajak lagi si Dian ke pantai yang indah, Disana ia melihat pemandangan yang sangat luar bisa dimana ombaknya yang tinggi bedanya sama ombak pantai di kota Dian yang tidak tinggi, sungguh menarik Dian hampir2 ia pengen tinggal disini dan menikmati apa yang diberi oleh tuhan, Setelah sampai sore dian dan ari pulang.
            Besok Dian harus segera menuju tempat kerjanya , ia pun sedikit merasa sedih karena harus meninggalkan temanya di kota tersebut, ia merasa temanya di kota ini sungguh baik dan ramah , bahkan Dian anggap seperti saudara sendiri, Si ari juga berpendapat Si dian pergi juga merasa sedih hingga ia memberikan Dian sebuah tikar untuknya agar ia disana bisa langsung tidur walaupun belum punya kasur.
            Malamnya ia langsung menghabiskan waktu dengan temanya karena besok ia sudah chek out, Barulah tepat jam 11.00 Siang ia berangkat dan berpamitan dengan Ari dan teman-temanya, ia diantar menuju terminal dan menaiki salah satu unit mobil. Di perjalanan ia melihat gunung yang indah sayangnya jalanya mutar2 dan membuatnya pusing. Perjalanya menuju tempat kerjanya di perkirakan 5 jam karena lumayan jauh dari kota sebelumnya.

            Sesampainya di kota yang dimana dian untuk bekerja , ia di telfon dan menunggu untuk dijemput. Di tempat itulah dian akan bekerja walaupun hatinya yang masih lingling , ia percara atas kehendaknya walaupun sebelumnya ia mendapatkan kontroversi antara kedua belah pihak yang mana ia bingung untuk memilih di jalan yang mana, ia pun menelfon kedua orang tuanya dan meminta do’a agar selamat ia bekerja, ia juga meminta restu kepada gurunya yang sebelumnya tidak setuju akhirnya menyetujuinya walaupun dengan kecewa.
            Dari cerita diatas anda bisa tahu mana antara orang yang patut ditiru dan mana yang patut tidak ditiru, disini saya menceritakan kisah nyata dimana ada seorang yang hatinya gelisah dan tak tahu jalan yang ia tuju, pesan dari saya jika anda mengalami kejadian sama seperti tokoh utama maka sholatlah istikharoh, insyaalloh jalan akan terbuka, tak semua orang sama dalam menjalani kehidupanya , karena hidup itu keras jika dirasakan tapi nikmat kalo di laksanakan.... sekian terima kasih

           

Comments

Popular Posts